Formasi Penyerangan Bola Voli

Permainan bola voli memiliki dua bagian inti, yaitu penyerangan dan pertahanan. Keduanya merupakan usaha untuk mendapatkan kemenangan.

Mengenai formasi penyerangan dalam bola voli akan dibahas secara jelas sebagai berikut ini.

Formasi penyerangan dalam bola voli dapat diartikan sebagai suatu strategi untuk mematikan bola di daerah lawan, mendapatkan angka, dan pada akhirnya meraih kemenangan.

Ada beberapa cara untuk melakukan serangan, yaitu dengan servis dan smash. Serangan bisa dilakukan pemain secara individu atau kerja sama dalam tim.

Serangan Secara Individu

Serangan Secara Individu Bola Voli
Serangan Individu Bola Voli / Ezra Shaw

Serangan individu merupakan sebuah serangan yang dilakukan secara sendiri oleh seorang pemain depan atau tepatnya oleh smasher.

Serangan individu juga bisa dilakukan oleh pemain di bagian belakang ketika melakukan servis. Servis yang tajam dengan bola yang menukik dan selalu berubah ubah akan mengakibatkan pemain lawan sulit mengendalikan bola yang datang ke arahnya.

Pada waktu seperti itu bola akan mati, serangan dinyatakan berhasil dan akhirnya mendapatkan angka. Agar serangan berhasil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan servis, yaitu sebagai berikut.

  • Servis diberikan pada penerima bola yang lemah.
  • Servis diarahkan pada lokasi lapang yang kosong dari pemain.
  • Servis ditujukan pada sisi pojok di daerah belakang.
  • Servis diarahkan pada pengumpan yang berdiri di posisi belakang dan saat bola tiba akan bergerak ke depan.
  • Servis diberikan pada pemain yang baru saja digantikan.
  • Servis dilakukan dengan cara dan kecepatan yang selalu berubah ubah karena strategi seperti ini akan sulit dibaca oleh pemain lawan.

Serangan individu yang kedua adalah smash. Pada saat melakukan smash, smasher harus berhati hati dan memiliki strategi dalam melakukan pukulannya.

Untuk mendapatkan pukulan yang tepat sasaran dan tidak dapat ditahan oleh pemain lawan maka smasher dapat melakukan salah satu jenis smash.

Usahakan agar bola bisa menukik atau bola bergerak memutar. Posisi bola selalu berubah agar sulit dikendalikan oleh pemain lawan.

Selain arah datangnya bola sulit ditebak, posisi smash dan tempat menjatuhkan bola juga menjadi penentu keberhasilan penyerangan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang smasher, yaitu sebagai berikut.

  1. Tempatkan bola smash pada daerah belakang yang kosong.
  2. Smash bola pada daerah yang tidak ada bendungan.
  3. Smash bola pada pembendung yang berpostur pendek dan bendungannya pendek.
  4. Smash bola pada daerah block yang lemah.
  5. Hendaknya menggunakan gaya smash yang selalu berubah-ubah.
  6. Gunakan gaya smash dengan kecepatan tinggi

Walaupun gaya smash tepat dan dengan kecepatan tinggi, tetapi tidak akan berhasil dengan baik jika umpannya tidak akurat. Hal itu akan menghasilkan pukulan yang tidak sempurna dan serangan pun gagal.

Tak hanya smash yang dilakukan secara hati hati, tetapi pada saat mengumpan juga membutuhkan strategi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan umpan adalah sebagai berikut.

  • Umpankan bola di daerah yang strategis.
  • Umpankan bola di daerah yang tidak ada block dari lawan.
  • Umpankan bola pada daerah yang blocknya rendah dan lemah.
  • Ketinggian bola umpan sebaiknya diberikan secara bervariasi.
  • Kecepatann pukulan sebaiknya selalu berubah ubah.
  • Bola umpan sebaiknya diberikan sesuai dengan karakter smasher.
  • Jika daerah block sulit ditembus maka bola umpan sebaiknya diberikan agak jauh dari jaring.

Serangan Secara Kelompok

Serangan Secara Kelompok Bola Voli
Serangan Secara Kelompok / norceca.info

Serangan secara berkelompok dilakukan oleh dua sampai lima pemain. Bentuk serangan kelompok dilakukan dengan smash yang diawali oleh umpan dan kemudian dilanjutkan pukulan.

Formasi Penyerangan Tim Bola Voli

Serangan bola voli tipe ini dilakukan secara kerja sama antar pemain dalam satu tim. Pada serangan ini, digunakan formasi formasi pada pelaksanaannya.

Formasi penyerangan yang biasa digunakan dalam permainan bola voli di antaranya

  • Formasi 3:3,
  • Formasi 2:2:2, dan
  • Formasi 1:5.
Formasi Serangan Bola Voli
ncaa.com

Formasi 3 : 3 (Pasangan)

Formasi ini disebut formasi pasangan. Disebut demikian karena terdapat sepasang peran dalam pertandingan. yaitu 3 orang bertugas penyerang utama dan 3 orang sebagai setter.

Hanya saja, formasi penyerangan 3 : 3 dalam bola voli ini jarang digunakan oleh pemain karena terlalu banyak kekurangannya. Jika 3 orang yang melakukan penyerangan, maka tidak akan memadai.

Selain penyerangan terlalu banyak, juga sistem pertahanannya akan lemah. Hal ini bisa dibayangkan jika 3 orang menyerang, sementara 3 orang lain melakukan setter.

Maka yang akan melakukan block/bendungan akan lemah dan bertahan di area lapang merasa kewalahan jika ada bola yang jatuh di daerah belakang.

Formasi 2 : 2 : 2

Formasi 2 : 2 : 2 dalam bola voli lebih banyak digunakan dalam setiap pertandingan bola voli. Hal itu karena pembagian peran pemainnya lebih merata.

Maksudnya, dari 6 orang yang ada, 2 orang merupakan pemain yang serba bisa. Keduanya dapat berperan sebagai setter atau penyerang utama.

Dua orang lain berperan sebagai setter dan dua pemain terakhir bertugas sebagai penyerang.

Formasi 1 : 5

Pertandingan yang menggunakan formasi 1:5 dalam pertandingan bola voli artinya hanya ada satu orang pemain yang akan bertugas sebagai setter khusus.

Peranan pemain dalam sistem ini di antaranya 1 orang sebagai setter, 3 orang pemain serba bisa, dan 2 penyerang utama.

Show More
Back to top button