Teknik Dasar Bola Voli dan Penjelasannya

Untuk menjadi pemain bola voli yang andal, selain mengetahui permainan, juga menguasai teknik dasarnya.

Lima teknik dasar bola voli yang harus dimiliki setiap pemain, yaitu:

  1. Teknik servis (service)
  2. Teknik passing bawah
  3. Teknik passing atas
  4. Teknik smash
  5. Teknik block.

Setelah menguasai semua teknik dasar bola voli, pemain dapat dengan mudah menempatkan posisinya di depan atau belakang. Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan setiap pemain dalam timnya untuk memperoleh kemenangan.

Simak masing-masing penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Teknik Servis

Service Bola Voli
www.cev.eu

Servis adalah suatu teknik memukul bola dengan tangan untuk memulai permainan atau pembuka pertandingan. Teknik ini merupakan suatu peluang untuk mendapatkan angka.

Servis dikenal pula sebagai salah satu bentuk serangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi atau cara tertentu agar servis ini mendapatkan angka.

Pada prinsipnya, pemain lawan akan sulit menerima servis jika gerakan bola meluncur sangat cepat dan arah bola berubah dari perkiraannya. Pemain juga harus peka melihat posisi pemain lawan di daerahnya yang kosong. Pada saat itulah bola dapat diarahkan ke daerah tersebut.

Cara lainnya adalah dengan mengetahui pemain tawan yang lemah menerima bola. Pemain ini biasanya selalu menjadi sasaran arah bola.

Servis dilakukan setelah terjadi pertukaran posisi pemain. Pada saat itu pula, bola diarahkan ke daerah lawan untuk menghasilkan angka. Ada beberapa macam teknik servis yang dijelaskan sebagai berikut.

Servis Bawah (Underhand Service)

Servis Bawah Bola Voli
Servis Bawah

Kemampuan servis ini harus dimiliki oleh seliap pemain, baik pemula maupun pemain yang telah mahir. Servis ini mudah dilakukan dan gerakannya sederhana.

Namun. servis ini mempunyai peluang kecil untuk mendapatkan angka. Hal itu karena gerakan bola tidak dapat diubah-ubah, tidak meluncur dengan cepat dan menukik dengan keras.

Untuk mendapatkan servis yang baik yaitu dengan cara badan menghadap ke arah lapangan. Sementara itu posisi kaki kiri berada di depan kaki kanan (bagi yang tidak kidal). Badan bertumpu pada poros atau di tengah dengan lutut agak ditekuk.

Tangan kiri memegang bola dengan posisi menyanggah, sedangkan tangan kanan mengepal alau tangan terbuka sebagai landa siap memukul. Selanjutnya, bola dilambungkan setinggi 10-20 cm.

Bersamaan dengan itu, tangan kanan diayunkan dengan keras ke depan hingga menyentuh bagian belakang bola dan melambungkan bola ke arah lawan.

Setelah bola meluncur, pemain yang melakukan servis tersebut kembali ke lapangan untuk mengikuti permainan.

Servis Mengapung (Floating Service)

Servis Mengapung (Floating Service) Bola Voli
Servis Mengapung (Floating Service)

Servis ini banyak digunakan dalam pertandingan karena sangat elektif dalam mendapatkan poin.

Keunggulan dari teknik ini, bola sangat sulit diterima oleh pemain lawan karena gerakannya cepal dan selalu berubah-ubah. Hal itu menyebabkan pemain lawan sulit menduga posisi datangnya bola.

Servis mengapung dapat menghasilkan bola datang tiba-tiba dan berbelok arah. Untuk mendapatkan servis ini dengan baik, posisi kaki sama seperti servis bawah, tetapi tidak ditekuk dan terkadang posisi kedua kaki sejajar.

Posisi tersebut dapat disesuaikan berdasarkan kenyamanan masing-masing pemain. Posisi bola juga sama seperti saat memegang bola pada servis bawah.

Selanjutnya bola dilambungkan ke atas, lebih atas dari kepala, tangan kanan memukul bola pada bagian tengah belakang dengan tangan mengepal atau tangan terbuka.

Untuk menghasilkan bola yang keras, gaya yang mengenal bola harus berjalan memotong garis tengah bola. Agar bola tidak memutar, maka pergelangan tangan harus kaku. Setelah selesai memukul, pemain kembali pada posisi di lapangan.

Servis Sudut (Hook Service)

Servis Sudut (Hook Service) Bola Voli
Servis Sudut (Hook Service)

Pada dasarnya, servis ini sama seperti servis mengapung. Servis ini sama-sama dilakukan dengan posisi bola yang akan dipukul dilambungkan terlebih dahulu ke atas sampai melewati kepala. Perbedaan hanya pada cara memukul bolanya.

Ketika melakukan servis, posisi badan sedikit berbeda dengan gaya mengapung. Gaya ini diawali dengan posisi badan agak menyamping dari lapangan, jarak kedua kaki juga diatur selebar pundak atau sesuai dengan kenyamanan pemain.

Posisi kedua tangan memegang bola, tangan kiri memegang dari bawah dan tangan kanan memegang bola dan atas. Selanjutnya, bola dilambungkan ke posisi di atas pundak atau lengan yang akan memukul bola.

Jika tangan kanan akan memukul bola, maka bola dilambungkan di atas pundaknya oleh tangan kiri, dan sebaliknya. Jika tangan kanan akan memukul bola, maka posisi badan sedikit diliukkan ke kanan dengan posisi kaki kanan sedikit ditekuk.

Jika bola dilempar ke atas, maka posisi badan harus secepatnya berubah dengan diikuti ayunan tangan kanan dengan setengah melingkar dari arah kanan.

Pada saat memukul, telapak tangan dalam keadaan terbuka dan lengan lurus.

Untuk menambah kecepatan putaran yang dihasilkan bola, maka pergelangan tangan memukul bola dengan keras dan kuat.

Setelah bola sampai pada daerah lawan, pemain kembali pada posisi semula dan kemudian bergabung kembali dengan tim untuk ikut bertanding.

Servis Melompat (Jumping Serve)

Servis Melompat (Jumping Serve) Bola Voli
Jumping Serve

Sesuai dengan namanya, servis ini dilakukan dengan cara melompat. Ada pula yang menyebutnya servis bergaya smash.

Hal itu dikarenakan gerakannya seperti melakukan smash. Servis ini lebih banyak dilakukan di luar daerah servis karena memerlukan lompatan terlebih dahulu.

Posisi pemain berdiri tegak menghadap lapangan dan kedua tangan memegang bola. Cara memegang bola sama seperti pada servis sudut.

Untuk memulai servis ini, bola dilambungkan di depan badan ke atas setinggi 3 meter. Kemudian, dengan cepat badan mengambil posisi melompat setinggi mungkin.

Pada saat badan berada pada posisi melayang, tangan secepatnya memukul sekuat dan setinggi mungkin sama seperti akan melakukan smash.

Servis ini membutuhkan tenaga yang kuat dan arah yang tepat. Jika tidak, bola akan keluar melewati garis lapangan lawan atau tersangkut di jaring.

2. Mengumpan

Mengumpan (set up) merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki pemain bola voli sebagai modal untuk menyerang.

Tujuan mengumpan dalam permainan bola voli adalah memberikan bola dengan sebaik mungkin agar bola dapat dismash ke daerah lawan dan diharapkan mendapat angka.

Mengumpan hampir sama dengan passing, hanya perbedaannya terletak pada tujuan dua gerakan tersebut.

Jika mengumpan bertujuan memberikan bola untuk selanjutnya di-smash, passing bertujuan untuk menahan bola dari lawan atau memindahkan bola kepada pengumpan untuk dijadikan umpan smash.

Pada dasarnya, pemain harus memiliki konsentrasi penuh ketika pertandingan berlangsung. Hal ini penting terutama bagi pemain yang menempati posisi pengumpan harus selalu fokus pada arah dalang bola.

Selain itu, pemain ini harus selalu memperhatikan posisi smasher—pemain yang bertugas men-smash. Hal itu karena jika bola datang tiba-tiba, pemain ini harus segera mengumpannya pada smasher sehingga pengumpan harus tahu posisi smasher.

Seperti halnya servis, mengumpan juga memiliki beberapa macam sesuai dengan macam smash yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Umpan Normal

Teknik dasar mengumpan berawal pada gerakan umpan normal. Umpan ini menggunakan teknik passing atas.

Gerakannya dimulai dari posisi pemain siap siaga untuk cepat berada di depan jaring. Pemain Juga harus selalu berkonsentrasi pada arah datangnya bola.

Posisi badannya siap untuk melakukan passing atas dengan cara tangan diletakkan di depan dada dan selalu berkonsentrasi pada posisi smasher.

Saat bola datang, pengumpan secepatnya melakukan passing bola ke arah smasher. Tinggi bola yang diumpan hanya 2 meter di atas batas jaring paling atas.

Umpan normal bola voli
Mengumpan harus dalam posisi yang baik

Umpan Semi

Teknik umpan semi mulai dikembangkan dalam permainan bola voli. Teknik ini digunakan agar gerakan perlawanan lebih cepat. Selain itu, juga merupakan suatu serangan untuk melawan pertahanan lawan.

Gerakan awal sama seperti umpan normal, hanya saja pemain harus siap dengan cepat menempatkan posisinya di depan jaring.

Umpan Semi dalam Bola Voli
Umpan Semi

Umpan Dorong (Push)

Umpan ini merupakan pengembangan dari umpan normal. Prinsip dasar gerakannya hampir sama, tetapi umpan ini dilakukan dengan dorongan yang lebih cepat. Jarak pengumpan dengan smasher juga lebih jauh.

Hal yang unik dari umpan ini adalah bola harus berada di pinggir lapangan. Posisi bola tersebut disesuaikan dengan smasher yang akan memukul bola.

Pada saat itu smasher akan mengambil awalan dengan cara melompat dari arah luar lapangan.

Untuk memudahkan smasher memukul bola, maka bola dilambungkan setinggi 0.5-1.5 meter di atas jaring.

Umpan Dorong (Push) dalam Bola Voli
Umpan Dorong (Push)

Umpan Pull (Quick)

Berbeda dengan teknik yang lain, mengumpan dengan gaya ini lebih sulit karena pengumpan harus mengukur terlebih dahulu ketinggian smasher saat melompat.

Umpan ini untuk menciptakan gerakan permainan lebih cepat. Oleh karena itu, ketinggian bola yang diumpan bervariasi sesuai dengan lompatan smeher. Ketinggian lompatan adalah 0,99 m di atas jaring.

Umpan Pull (Quick) Bola Voli
Umpan Pull (Quick)

3. Block

Membendung (block) merupakan upaya mempertahankan kekuatan dari serangan pemain lawan.

Usaha ini cukup sulit, hal ini karena bola yang dismash lebih banyak dikuasai oleh pemain lawan.

Akibatnya, tingkat keberhasilan untuk mematikan bola relatif kecil. Namun, jika dilihat dari teknik, gerakannya cukup mudah untuk dilakukan.

Block Satu

Dinamakan block satu karena banyaknya pemain yang melakukan pembendungan terdiri atas satu orang. Awalnya sikap pemain melakukan block dari posisi tubuhnya yang selalu siap siaga di dekat net.

Posisi kedua kaki diusahakan terbuka selebar pundak atau disesuaikan dengan kenyamanan pemain. Pada kondisi siap, lutut sedikit ditekuk. Selain kaki yang siap bergerak, posisi tangan juga berada di depan dada.

Pada saat bola tiba, kedua kaki bergerak dengan posisi kaki ditekuk dan segera melompat.

Block Satu Bola Voli
Block Satu

Bersamaan dengan melompat, posisi tangan diayunkan ke depan hingga ke atas. Kedua lengan dirapatkan agar bola dapat terbendung dan tidak terdapat celah sedikit pun untuk dilewati bola.

Jari-jari tangan pada saat membendung harus direnggangkan. Manfaatnya adalah untuk membendung bola.

Jika memungkinkan, bola ini dapat dijadikan sebagai upaya serangan balik. Agar bola dapat dibendung dari arah datangnya, maka diusahakan untuk melakukan bendungan aktif. Artinya, pembendungan dilakukan dari segala arah, sesuai dengan datangnya bola.

Jika pembendungan telah selesai, maka posisi tubuh segera mendarat dan menempati posisi semula.

Pada saat mendarat tersebut, posisi kaki diupayakan memantul agar kaki tidak terasa sakit karena tekanan dari lantai yang keras.

Posisi memblock voli dari arah samping
Posisi memblock dari arah samping

Block Berkawan

Dinamakan block berkawan karena dilakukan secara bersama-sama antara dua atau tiga orang. Tekniknya hampir sama dengan block satu. Hal yang membedakan adalah gerakan harus bersamaan dengan pemain lain.

Pada saat melakukan block, pemain harus memiliki kerja sama yang baik di antara keduanya. Pada saat melakukan lompatan, blocker yang satu harus memberikan isyarat agar gerakannya bisa bersama-sama dan kompak.

Block sambil melompat dalam bola voli
Block sambil melompat

Jika tidak dilakukan dengan kompak, hasil block-nya tidak sempurna. Jika gagal menambah beban dan bisa jadi bola akan mati di daerah sendiri.

Keuntungan block berkawan ini adalah peluang keberhasilan membendung bola lebih besar dibandingkan dengan block sendiri.

Memblock voli tepat di depan net
Memblock tepat di depan net

4. Memukul (Smash)

Dalam pertandingan bola voli, salah satu usaha untuk menyerang adalah dengan melakukan pukulan bola ke daerah lawan atau disebut smash.

Seiring dengan perkembangan teknik bola voli dan kebutuhan untuk melakukan perlawanan dengan cermat maka smash dilakukan dengan berbagai macam cara.

Namun, pada intinya semua gerakan dasarnya sama, hanya saja mengalami pengembangan dan sedikit variasi agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Posisi tubuh pada saat memukul bola cenderung lebih menyerong dengan besar sudut sekitar 45°. Jarak awalan untuk melakukan smash sekitar 3-4 meter dari jaring.

Saat akan melompat, dimulai dengan kaki kiri yang melangkah terlebih dahulu kemudian diikuti dengan kaki kanan dan seterusnya sampai langkah menjadi cepat. Jika sudah mendekati jaring, kaki agak sedikit ditekuk untuk melakukan tolakan dan kemudian melompat tinggi.

Pada saat yang sama, kedua tangan juga ikut digerakkan. Caranya dengan mengayunkan kedua tangannya dari arah belakang menuju ke depan. Fungsinya agar badan terangkat ke atas.

Jika posisi badan sudah berada di atas atau melayang, maka tangan kanan diayunkan ke atas untuk melakukan pukulan atau smash. Jika tangan sudah hampir mengenai bola, maka dengan cepat bola tersebut dipukul dan sekeras mungkin agar menukik dan jatuh di daerah lawan.

Jika bola berhasil dibendung, maka pada saat mendarat posisi badan segera mempersiapkan untuk melakukan serangan berikutnya. Hal yang harus diperhatikan sewaktu melakukan pendaratan adalah posisi kedua kaki harus dalam keadaan memantul agar tidak terasa sakit akibat tolakan dari lantai.

Agar smash menukik tajam dan tidak tertahan oleh pemain lawan, maka dilakukan pengembangan teknik smash. Di antara macam-macam smash di antaranya adalah:

  • smash normal,
  • smash semi,
  • smash semi jalan,
  • smash push,
  • smash pull,
  • smash pull jalan,
  • smash pull straight,
  • smash cekis,
  • smash langsung, dan
  • smash dari belakang.

Berikut penjelasannya.

Smash Normal (Open Smash)

Smash normal atau biasa juga disebut dengan open smash. Gerakannya seperti yang telah dijelaskan di atas. Bola umpan yang akan dismash berada pada ketinggian 20-50 cm dari atas jaring.

Smash Normal Voli
Smash normal

Smash Semi

Gaya yang digunakan dalam smash ini sama seperti smash normal, hanya saja berbeda pada ketinggian bola umpan. Pada gaya smash ini, bola umpan berada pada ketinggian 1 m dari atas jaring.

Smash semi dalam permainan bola voli
Smash semi

Smash Semi Jalan

Smash ini sedikit berbeda dengan smash semi, walaupun pada gerakan dasarnya hampir sama. Hal yang membedakan smash ini adalah posisi awalan smasher sebelum melakukan lompatan.

Pemain ini berada tidak jauh dari pengumpan, bahkan berada di samping atau belakang pengumpan. Smasher memulai langkahnya searah dari arah datangnya bola umpan.

Smash Push

Pada dasarnya teknik smash ini juga tidak jauh berbeda dengan gaya smash Iain. Perbedaannya terletak pada ketinggian bola pengumpan dan timing (waktu) untuk melakukan lompatan dan pukulan.

Ketinggian bola umpan berada pada 30-40 cm di atas jaring. Timing yang tepat untuk melakukan lompatan yaitu pada saat bola telah tiba pada pengumpan.

Jika bola sudah disentuh oleh pengumpan, maka pada saat itu pula smasher melakukan lompatan. Bola yang diberikan oleh pengumpan lebih bersifat dorongan ke depan pengumpan. Smasher harus jeli dengan posisi bola yang diberikan.

Smash push bola voli
Smash push

Smash Pull (Quick)

Smash pull dikenal pula dengan smash quick. Sesuai dengan namanya, gaya ini dituntut melakukan gerak pukulan cepat untuk menghasilkan bola yang cepat pula.

Smash Pull Jalan

Gaya smash ini tidak jauh berbeda dengan smash semi jalan. Yang membedakannya hanya pada kecepatan saat melakukan awalan melompat saja.

Smash Pull Jalan Bola Voli
Smash pull jalan

Smash Pull Straight

Dasar gerakan smash ini hampir sama dengan smash pull, tetapi umpan yang didapatkan sama pada smash push. Bola umpan pada smash ini didorong ke arah depan, tetapi ketinggiannya berada tepat di atas net.

Smash Cekis (Drive Smash)

Smash ini memiliki keistimewaan tersendiri di antara smash yang lainnya. Keistimewaannya pada bola smash bergerak memutar ke puncak karena cara memukulnya di atas dengan memadukan hook service.

Posisi tangan pada saat akan memukul diayunkan terlebih dahulu dari belakang membentuk seperti setengah lingkaran. Pada gerakan awal sampai melompat, gaya ini memiliki kesamaan dengan gerakan smash yang lainnya.

Smash Cekis (Drive Smash) Bola Voli
Smash Cekis (Drive Smash)

Smash Langsung

Smash langsung berbeda dari gaya smash yang lain. Perbedaannya adalah pada saat akan melakukan smash ini, smasher melakukan pukulan secara langsung pada saat bola datang dari arah lawan. Sehingga, posisi untuk melakukannya tergantung dari arah datangnya bola dari daerah lawan.

Pada gaya ini, smasher biasanya tidak menggunakan Iangkah awalan untuk melompat setinggi-tingginya. Namun, pada saat bola tiba, secara langsung smasher menekukkan kakinya untuk melakukan tolakan dan akhirnya melompat.

Serangan seperti ini cukup efektif karena biasanya pemain lawan tidak menduga akan adanya serangan. Pada saat bola dipukul dan jatuh di daerah lawan terkadang lawan tidak dapat menyelamatkannya.

Smash langsung bola voli
Smash langsung dalam permainan bola voli

Smash Dari Belakang

Walaupun ada daerah serang, tidak menutup kemungkinan serangan dilakukan di daerah belakang. Serangan tersebut dengan melakukan smash dari arah belakang.

Smash ini dilakukan oleh pemain yang terletak di daerah belakang dengan mengambil posisi awalan dari belakang garis serang.

Pada saat melompat, posisi badan terletak di daerah belakang garis serang, tetapi pada saat mendarat posisinya diperbolehkan berada di daerah serang.

Jika posisi badan sudah berada di atas, smasher memukulkan tangannya pada bola. Dengan begitu, bola akan terlempar ke daerah lawan.

Mengutamakan Kerjasama Tim

Bola voli merupakan permainan beregu yang diikuti oleh 6 orang dalam setiap regu dan 6 orang lain sebagai cadangan.

Permainan ini dituntut untuk lebih banyak melakukan kerja sama dan kekompakan. Setiap pemain tidak dapat bermain sendiri, tetapi saling berbagi dan membantu untuk mendapat angka.

Dapat dibayangkan, betapa repotnya ketika pemain melakukan permainan sendiri di lapangan, sedangkan temannya hanya berdiam diri.

Seorang smasher yang andal pun tidak akan terkenal, jika tidak dibantu oleh pengumpan yang hebat. Begitu pula pengumpan, bola umpannya tidak akan menjadi bola yang mematikan bagi pemain lawan jika tidak dipukul oleh smasher.

Agar permainan terlihat kompak, maka perlu adanya pembagian tugas dan posisi masing masing pemain. Oleh karena itu, dikenal pemain depan dan pemain belakang.

Pemain Depan

Pemain depan adalah pemain yang menempati posisi bagian depan/garis serang. Pemain ini biasanya terdiri dari seorang pengumpan dan dua smasher. Jika ada dua smasher maka masing-masing pemain memiliki keahlian berbeda.

Ada dua jenis smasher, yaitu smasher jagoan dan smasher cepat. Smasher jagoan memiliki keahlian dalam melakukan smash lebih hebat dengan tingkat keberhasilan 40-50%. Sedangkan smasher cepat mempunyai kemampuan melakukan smash yang lebih cepat dari pemain yang lain.

Pengumpan juga merupakan pemain depan. Pemain ini biasanya disebut pula setter. Pada saat pertandingan, pengumpan selalu berpasangan dengan smasher.

Pada saat bola datang, pengumpan berperan memberikan bola umpan pada smasher agar menjadi serangan.

Selain smasher dan pengumpan, ada pula pemain allround. Disebut demikian karena pemain ini memiliki keahlian lebih banyak, bahkan hampir semua, mulai dari servis hingga smasher Dengan kata lain, pemain ini serba bisa.

Pemain Belakang

Pemain belakang memposisikan dirinya di daerah belakang. Pada posisi ini, pemain memiliki keahlian servis yang baik, penerima bola servis yang baik, penerima bola smash. dan bisa juga pengumpan.

Pada saat terjadi serangan dari daerah lawan, maka posisi pemain belakang ini siaga untuk menerima bola yang lolos dari pertahanan pemain depan.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button