Teknik Smash Bola Voli

Teknik smash merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli. Smash adalah gerakan memukul bola di atas net dengan sekuat tenaga diikuti dengan gerakan melompat dengan harapan bola tidak dapat dihalau dan diterima oleh lawan dan menghasilkan poin.

Cara melakukan smash dalam permainan bola voli yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Awalan dilakukan dengan posisi badan berdiri di belakang net beberapa langkah.
  2. Ketika bola dilambungkan, lakukan gerakan melangkah menuju arah bola dengan langkah lebar.
  3. Ketika mendekati bola, lakukan tolakan dengan sekuat tenaga menggunakan kedua kaki.
  4. Ketika melompat, ayunkan tangan pemukul ke belakang kepala dan busungkan badan ke depan.
  5. Ketika pada titik tertinggi dan bola sudah dalam jangkauan, ayunkan tangan pada bola dengan sekuat tenaga dengan perkenaan bola pada bagian belakang atas bola.
  6. Ketika memukul bola, lentingkan badan ke belakang.
  7. Pendaratan dilakukan dengan kedua kaki secara bersamaan, kedua lutut sedikit ditekuk, dan posisi badan mengeper.

Dalam permainan bola voli, teknik smash dilakukan oleh pemain yang berposisi sebagai smasher atau spiker.

Perhatikan juga video tutorial cara melakukan smas bola voli untuk pemula di bawah ini.

Teknik Dasar Smash Bola Voli

Sebagai teknik dasar, ada 4 tahap gerakan smash dalam bola voli, yaitu:

  1. Run up (lari menghampiri)
  2. Take off (lepas landas)
  3. Hit (memukul saat melayang di udara)
  4. Landing (mendarat).

Uraian lebih jelas tahap-tahap dalam melakukan smash bola voli tersebut ada di bawah ini.

1. Tahap awalan

Tahap awal smash bola voli
Gambar tahap awalan dalam smash (M. Yunus, 1992: 113)

Awalan tergantung dari lintasan bola umpan, kira-kira 2,5 sampai 4 meter dari jatuhnya bola.

Langkah terakhir paling menentukan pada waktu mulai meloncat sehingga smasher harus memperhatikan baik-baik posisi kaki yang akan meloncat dan berada di tanah lebih dahulu, kaki lain menyusul di sebelahnya.

Arah yang diambil harus diatur sedemikian rupa, sehingga atlet akan berada di belakang bola pada saat akan meloncat. Tubuh saat itu berada pada posisi menghadap net.

Kedua lengan yang menjulur ke depan diayunkan ke belakang dan ke atas sesudah langkah pertama, kemudian diayunkan ke depan sehingga pada saat meloncat kedua lengan itu tergantung ke bawah di depan tubuh atlet.

2. Tahap meloncat

Tahap meloncat smash bola voli
Gambar tahap meloncat dalam smash (M.Yunus 1992: 113)

Untuk memukul right hand langkahkan kaki kiri ke depan dengan langkah biasa kemudian diikuti kaki kanan yang panjang, diikuti dengan segera oleh kaki kiri yang diletakkan samping kaki kanan (untuk pemukul left hand sebaliknya).

Langkah pada waktu meloncat harus berlangsung dengan lancar tanpa terputus-putus. Pada waktu meloncat kedua lengan yang menjulur digerakkan ke atas. Tubuh diteruskan, kaki yang digunakan untuk meloncat yang memberikan kekuatan pada saat meloncat.

Lengan yang dipakai untuk memukul serta sisi badan diputar sedikit sehingga menjauhi bola, punggung agak membungkuk dan lengan yang lain tetap dipertahankan setinggi kepala yang berguna untuk mengatur keseimbangan secara keseluruhan.

3. Tahap saat memukul bola

Tahap memukul bola dalam smash bola voli
Gambar tahap memukul bola dalam smash (M.Yunus 1992: 113)

Dalam gerakan memukul dapat disesuaikan dengan jenis smash yang ada. Gerakan memukul hasilnya akan lebih baik apabila menggunakan lecutan tangan, lengan dan membungkukkan badan.

Suharno, (1982: 34) menyatakan setelah smasher berada di udara dan lengan sudah terangkat ke atas dilanjutkan gerakan memukul bola dan hasil pukulannya akan lebih sempurna apabila smasher menggunakan lecutan tangan, lengan, dan membungkukkan badan merupakan kesatuan gerak yang harmonis.

4. Tahap mendarat

Tahap mendarat smash bola voli
Gambar tahap mendarat dalam smash (M. Yunus 1992:113)

Cara mendarat dalam setiap smash sama yaitu pada saat tubuh bagian atas membungkuk ke depan, kaki diarahkan ke depan untuk mempertahankan keseimbangan.

Atlet mendarat pada kedua kakinya dengan sedikit ditekuk.

Kesalahan dalam Melakukan Smash

Dalam melakukan gerakan smash tidak jarang pelaku smash melakukan kesalahan yang bisa berakibat kurang baik bagi dirinya dan tim.

Adapun kesalahan dalam melakukan smas bola voli di antaranya:

  1. Sikap badan kaku,
  2. Berdiri terlalu dekat dengan net/jaring,
  3. Awalan langkah terlalu banyak dan lebar,
  4. Tolakan tidak menekuk lutut,
  5. Lengan tidak terayun ke depan pada saat akan memukul bola,
  6. Pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper.

Cara Melatih Timing Smash Voli

Timing Smash Voli

Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam melakukan smash adalah timing/ketepatan, meliputi :

  1. Ketepatan saat melakukan awalan,
  2. Ketepatan saat meloncat,
  3. Ketepatan saat memukul bola.

Ketepatan dalam mengantisipasi terhadap datangnya bola, sangat berpengaruh terhadap tahapan dalam melakukan smash, sehingga semua tahapan dalam melakukan smash dapat dilakukan dengan tepat.

Hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang mampu melakukan gerakan antisipasi dengan sumber/obyek gerakan, lepas dari sumber gerak itu sendiri (gerakan terbuka).

Gerakan terbuka merupakan gerakan yang terjadi dipengaruhi oleh obyek yang terdapat atau berasal dari luar tubuh, di luar pengendalian diri. Gerakan ini memerlukan ketepatan koordinasi antara otot, saraf dan indra.

Berikut ini cara melatih timing smash voli yang bisa dicoba sendiri.

1. Menggunakan otot pergelangan tangan

Salah satu cara melatih timing smash bola voli yang pertama harus di

lakukan adalah dengan memperkuat pergelangan tangan.

Hal ini sebenarnya tidak jauh dengan cara smash agar tajam yang memang di dalam melakukannya harus memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menguasainya.

Langkah atau cara yang harus dilakukan adalah dengan sering-sering berlatih memperkuat otot pergelangan sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan atau ketika memiliki kesempatan, bisa langsung menggunakan otot pergelangan untuk melakukan smash.

Dan tidak jarang bahwa karena otot pergelangan kuat, maka smash yang dilakukan menukik tajam dengan kecepatan yang tidak bisa ditandingi oleh lawan.

2. Melatih plantara dinding

Cara melatih timing smash voli yang kedua adalah dengan membiasakan diri untuk melatih plantara dinding.

Maksudnya adalah berlatih timing smash melalui pantulan dinding karena memang metode ini terbukti ampuh di dalam melatih timing smash pada permainan bola voli.

Yang harus dilakukan adalah dengan membiasakan diri untuk mulai berlatih menggunakan cara ini sehingga nantinya bisa benar-benar menguasai bagaimana cara melakukan smash yang tepat dan kemudian bisa mendapatkan poin.

3. Melatih gerakan melangkah kaki

Dengan melatih gerakan melangkah kaki, maka Anda bisa menguasai timing smash pada permainan bola voli.

Perlu diketahui bahwasanya di dalam melatih timing smash, Anda harus benar-benar menguasai bagaimana melakukan pergerakan melangkah kaki yang tepat.

4. Berlatih tanpa menggunakan bola

Cara lain yang juga bisa dilakukan untuk melatih timing smash pada permainan bola voli adalah dengan berlatih tanpa menggunakan bola.

Apa maksud dan tujuan membiasakan diri melakukan latihan tanpa menggunakan bola?

Latihan ini bukan hanya untuk melatih dalam meningkatkan timing smash, namun juga akan membuat lebih tangkas dan cepat ketika merespon serangan lawan.

Dengan kata lain, latihan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan teknik smash, melainkan juga bisa membantu dalam meningkatkan teknik blok atau blocking.

5. Melatih otot tangan

Bukan hanya melatih otot pergelangan tangan, sering melakukan latihan untuk meningkatkan ketahanan pada otot tangan. Smash memang mengandalkan kekuatan dari otot tangan dan pergelangan tangan.

Semakin kuat otot tangan, maka smash yang dilancarkan tentu saja akan semakin kuat sehingga akan membuat Anda mendulang banyak poin.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button