Wasit Bola Voli

Wasit bola voli banyak memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi. Ketertiban pertandingan dan keteraturan kompetisi sangat ditentukan oleh kualitas wasit.

Wasit yang memimpin permainan bola voli berjumlah 4 orang yang terdiri atas:

  1. Wasit I (Referee), wasit utama dalam permainan bola voli.
  2. Wasit II (Umpire), wasit pembantu
  3. Score (Pencatat nilai)
  4. Line man (Hakim garis).

Pengertian Wasit

Wasit

Berikut adalah pengertian wasit menurut beberapa sumber.

  • Wasit adalah penentu, pemimpin di dalam pertandingan bola voli dan olahraga lainnya (kamusbesar.com).
  • Menurut American Heritage Dictionary 4: “a referee is a person who mediates or resolves a dispute, or is a person in a sporting event who monitors the teams and makes sure all rules are followed”.
  • Sedangkan menurut wikipedia: a referee is the person of authority, in a variety of sports, who is responsible for presiding over the game from a neutral point of view and making on the fly decisions that enforce the rules of the sport.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa wasit adalah seseorang yang menjadi penengah antara dua tim yang sedang bertanding dan menegakkan aturan dan norma yang ada untuk menciptakan pertandingan yang fair play.

Kompetisi atau pertandingan merupakan bagian yang sangat penting dari pembinaan olahraga. Pertandingan merupakan alat ukur bagi pembinaan olahraga prestasi.

Keberhasilan dalam pembinaan prestasi khususnya bola voli akan ditentukan dalam keberhasilan pada suatu kejuaraan atau pertandingan.

Klub-klub bola voli melalui pelatihnya meletakkan kompetisi sebagai target dari proses pembinaan. Sebelum puncak kejuaraan pun sudah ada pertandingan-pertandingan untuk uji coba dalam rangka memperbaiki tim. Semua pertandingan tersebut memerlukan wasit representatif.

Syarat Menjadi Wasit Bola Voli

Menjadi Wasit Bola Voli
ontariovolleyball.org/Kevin Raposo

Wasit bola voli dalam memimpin suatu pertandingan merupakan tugas yang sangat penting. Wasit harus bisa bertindak seadil-adilnya, yaitu dapat menerjemahkan segala sesuatu kejadian yang berlangsung di dalam
permainan.

Kejadian yang terjadi dimulai dari peluit berbunyi tanda permainan atau reli dimulai sampai peluit berbunyi sebagai tanda reli berakhir karena oleh sebab tertentu. Tugas ini harus dijalankan wasit dari awal sampai pertandingan selesai.

Tugas berat yang harus diemban wasit untuk memimpin jalannya permainan bola voli, agar pertandingan bola voli dapat berjalan dengan lancar atau tidak dinodai oleh kesalahan yang diakibatkan dari kepemimpinan seorang wasit.

Di dalam buku Peraturan Permainan Bola Voli (2005: 4), seorang wasit di dalam memimpin pertandingan harus bersikap sebagai berikut:

  1. Akurat di dalam mengambil keputusan.
  2. Mengerti mengapa peraturan dibuat.
  3. Menjadi wasit yang efisien.
  4. Membuat pertandingan berjalan lancar dan mengarahkannya agar permainan berakhir dengan baik.
  5. Menjadi pendidik yang menerapkan peraturan-peraturan untuk menghukum orang-orang yang berlaku curang dan tidak sopan.
  6. Mempromosikan pertandingan dengan cara, membolehkan elemen-elemen yang spektakuler berjalan lancar dan atlet dapat melakukan apa yang terbaik untuk menghibur penonton.

Sikap-sikap yang harus dimiliki dan dijalankan wasit tersebut akan mempengaruhi kualitas dari kepemimpinan wasit.

Jam terbang memimpin pertandingan dan pengayaan pengetahuan tentang perwasitan mutlak harus selalu dilakukan oleh wasit untuk mencapai tingkatan wasit yang sempurna.

Seorang wasit harus mempunyai sifat kepemimpinan yang tinggi, dan tegar dalam menghadapi massa. Wasit akan memimpin petugas pertandingan yang meliputi:

  1. wasit II,
  2. hakim garis,
  3. scorer sheet dan timers,
  4. ball boys,
  5. scorer boards,
  6. pemain, dan
  7. official.

Di samping itu wasit harus menghadapi teriakan atau ejekan penonton. Oleh karena itu wasit harus mempunyai kemampuan bawaan yang berupa kecepatan dan ketepatan reaksi, dan ketegaran mental.

Bagi mereka yang kecepatan reaksinya kurang dan mudah grogi akan sulit berkembang dalam perwasitan. Wasit mutlak harus menguasai semua peraturan, dan isyarat-isyarat dalam perwasitan.

Di samping itu wasit harus memiliki sifat kepemimpinan, serta tegar dalam menghadapi massa. Hal tersebut dapat dicapai hanya apabila ada potensi dan latihan yang cukup untuk pengembangan.

Peraturan pertandingan bola voli seiring dengan perkembangan pembinaan bola voli mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan peraturan yang dilakukan oleh badan organisasi bola voli dunia (Federation International Volleyball), akan diikuti kepada badan organisasi bola voli di bawahnya sampai dengan di klub.

Jenjang Wasit Bola Voli

Jenjang Wasit Bola Voli

Wasit bola voli mempunyai jenjang atau tingkatan. Karier wasit harus dibangun setingkat demi setingkat tidak dapat meloncat. Karier wasit diperoleh melalui kegiatan pelatihan dan up-grading.

Jenjang wasit adalah sebagai berikut:

  • Wasit Kabupaten
  • Wasit Provinsi
  • Wasit Nasional C, B, A
  • Wasit Kandidat Internasional
  • Wasit Internasional

Untuk menjadi Wasit Kabupaten harus menempuh pelatihan dengan beban 50 jam, selanjutnya ke Wasit Profinsi perlu waktu 70 jam pelatihan, dan ke tingkat nasional perlu waktu 110 jam pelatihan.

Untuk mengikuti pelatihan, dari Wasit Kabupaten ke Wasit Provinsi perlu tenggang waktu dua tahun dan harus aktif mewasiti. Dari Wasit Provinsi jika akan mengikuti kursus tingkat Nasional C perlu tenggang waktu dan aktif sebagai wasit selama dua tahun.

Dari Nasional C ke Nasional B perlu menjadi wasit aktif terlebih dahulu dalam tenggang waktu tiga tahun. Demikian juga untuk melanjutkan ke Nasional A perlu tenggang waktu tiga tahun.

Ketika mengikuti kursus kandidat internasional, usia tidak boleh lebih dari 40 tahun. Dari Wasit Kabupaten sampai ke Wasit Kandidat Internasional diperlukan waktu tidak kurang 10 tahun.

Oleh karena itu wasit selayaknya sudah pelatihan tingkat kabupaten sebelum usia 30 tahun, dengan demikian jika mempunyai bakat akan dapat sampai Kandidat Internasional.

Seorang wasit hanya diperkenankan mewasiti sesuai dengan kelasnya. Wasit kabupaten/kota tidak  diperkenankan mewasiti pertandingan tingkat provinsi, selanjutnya wasit tingkat provinsi tidak diperkenankan mewasiti tingkat nasional dan seterusnya.

Sertifikat wasit dikeluarkan oleh pengurus bola voli yang setingkat. Sertifikat wasit tingkat kabupaten/kota dikeluarkan oleh Pengurus PBVSI Kabupaten/Kota, demikian selanjutnya wasit tingkat provinsi sertifikatnya dikeluarkan oleh Pengurus PBVSI Provinsi.

Wasit bola voli dibatasi usia, sehingga kalau sudah saatnya, atau usia lebih 55 tahun mau tidak mau harus pensiun. Wasit yang sudah berusia di atas 40 tahun tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan untuk naik jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian dari wasit yang ada tidak mungkin ke jenjang internasional.

Pentingnya Wasit Berkualitas

Pemain voli bersalaman

Pertandingan merupakan alat ukur bagi pembinaan olahraga prestasi. Keberhasilan dalam pembinaan prestasi khususnya bola voli akan ditentukan dalam keberhasilan pada suatu kejuaraan atau pertandingan.

Klub-klub bola voli melalui pelatihnya, akan meletakkan kompetisi sebagai target dari proses pembinaan. Sebelum puncak kejuaraan pun sudah ada pertandingan-pertandingan untuk uji coba dalam rangka memperbaiki tim.

Semua pertandingan tersebut memerlukan wasit yang representatif. Wasit merupakan bagian penting dari suatu pertandingan. Wasit yang tidak bermutu sering dapat mengundang protes dari pemain, pelatih, bahkan dapat memicu suatu kerusuhan.

Kesalahan wasit dapat memicu penonton untuk melemparkan segala benda yang dibawanya ke lapangan sehingga pertandingan terhenti. Tawuran antar penonton yang meluas ke luar lapangan dapat terjadi jika wasit sering melakukan kesalahan.

Untuk menjadi wasit bola voli yang baik memerlukan waktu cukup lama, dan latihan berulang-ulang.

Dalam tugasnya wasit bola voli harus meniup peluit, mempersilahkan pemain untuk melakukan servis, meniup peluit secepat mungkin setelah terjadi kesalahan dalam permainan, dan diikuti isyarat siapa yang harus servis disertai isyarat kesalahannya.

Dalam permainan bola voli akan adanya hukuman terhadap kesalahan melakukan teknik, banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan teknik, dan bola voli adalah permainan cepat. Wasit harus meniup peluit memutuskan terjadinya kesalahan yang banyak sekali dan memberikan hukuman yang secepat mungkin.

Isyarat wasit sudah baku pada berbagai kesalahan. Urutan isyarat juga sudah baku sehingga keterampilan mewasiti hanya dapat dikuasai dengan cara berlatih berulang-ulang dengan dipandu oleh yang sudah mahir.

Dalam peraturan bola voli ada 25 isyarat tangan untuk wasit, dan isyarat bendera untuk hakim garis. Wasit harus hafal dan dapat menerapkan sesuai dengan kesalahan yang ada di lapangan.

Hanya dengan adanya potensi, dan latihan berulang-ulang dalam waktu yang lama seorang wasit dapat mencapai keterampilan tinggi.

Tugas dan Kewajiban Wasit Bola Voli

Wasit bola voli sedang bertugas

Sebagai seorang wasit, ada beberapa tugas dan kewajiban wasit dalam permainan bola voli, yaitu:

  1. Referee atau wasit satu bertugas untuk:
  • Bertanggung jawab terhadap pelanggaran yang ada dalam pertandingan bola voli.
  • Harus siap kapan saja meniup peluit kalau diperlukan untuk memutuskan sebuah kesalahan pindah servis atau menambah nilai dari regu yang sedang berlomba.
  • Punya kekuasaan utuh untuk mengambil keputusan yang tegas.

2. Umpire atau wasit dua bertugas untuk:

  • Membantu tugas wasit satu.
  • Kalau ada time out, wasit dua harus memiliki kekuasaan penuh atas bola dan memberikan laporan ada berapa kali time out ke masing-masing tim ke wasit satu dan pelatih dari masing-masing tim.
  • Jika wasit satu dianggap tidak bisa melakukan tugas dengan baik, maka wasit dua harus bisa mengambil alih semua tugas wasit satu.

3. Score atau pencatat nilai bertugas untuk:

  • Selain mencatat score, pencatat score harus mengatakan kepada pelatih atau kapten tim tentang jumlah pergantian dan team out yang sudah diberikan, kalau diminta.
  • Mencatat dan mengawasi semua urutan servis dari masing-masing tim dan mencatat semua teguran dan peristiwa yang terjadi saat pertandingan terjadi.

4. Linesman atau penjaga garis bertugas untuk:

  • Mengawasi bola yang masuk atau keluar dari lapangan untuk dilaporkan ke wasit satu dengan kode.
  • Kalau pertandingannya penting, maka sebaiknya memakai 4 penjaga garis yang membawa bendera kecil.

Etika Wasit

Wasit bola voli internasional

Tugas utama wasit bola voli adalah memimpin jalannya pertandingan dengan seadil-adilnya. Wasit di dalam melaksanakan tugas-tugasnya harus berpegangan kepada nilai-nilai kebaikan.

Nilai kebaikan ini secara lebih lanjut dapat disebut sebagai etika atau etika perwasitan. Seorang wasit harus memiliki sifat-sifat seperti:

Sikap yang Baik

  1. Berwibawa
  2. Percaya diri
  3. Bertanggungjawab
  4. Jujur, adil dan tidak memihak
  5. Tepat dan tegas mengambil keputusan
  6. Dapat menerima kritik
  7. Tidak dipengaruhi orang lain
  8. Ramah dan bersahabat
  9. Membagi pengetahuan dengan orang lain

Wasit berperan pada saat, latih tanding atau pada saat pertandingan bola voli yang sesungguhnya. Kesiapan wasit di dalam mempersiapkan dirinya sangat dibutuhkan.

Wasit yang siap akan dapat menjalankan kepemimpinannya di lapangan dengan baik.

Kesiapan menjadi seorang wasit dibagi menjadi tiga bentuk persiapan yaitu persiapan sebelum memimpin, pada saat memimpin dan setelah selesai memimpin pertandingan.

Persiapan Sebelum Memimpin Pertandingan

Wasit sebelum memimpin jalannya suatu pertandingan harus menyiapkan hal sebagai berikut:

  1. Berdoa kepada Tuhan agar dalam memimpin pertandingan berjalan lancar dan sukses.
  2. Menguasai peraturan (rules) dan interpretasinya.
  3. Evaluasi terhadap kejadian sebelumnya.
  4. Yakin bahwa kondisi fisik dan mental siap
  5. Yakinkan diri agar terhindar dari kesalahan
  6. Yakinkan bahwa wasit adalah pemberi putusan dan seorang pemimpin di lapangan.
  7. Yakin dan percaya bahwa asisten wasit mampu dan menguasai rules.
  8. Lupakan kejadian di kantor, rumah, kampus dan lain-lain.
  9. Periksa kembali perlengkapan dalam memimpin.
  10. Datang ke lapangan 30 – 60 menit sebelumnya untuk adaptasi tempat pertandingan.

Pada Saat Memimpin Pertandingan

Wasit pada saat memimpin jalannya suatu pertandingan harus melakukan hal sebagai berikut:

  1. Menjalankan Rules of The games sebaik-baiknya.
  2. Mencatat semua kejadian-kejadian di lapangan.
  3. Lupakan kejadian sebelumnya dan berusaha tampil sebaik mungkin.
  4. Konsentrasi pada pertandingan.
  5. Tenang, berwibawa dengan ekspresi yang menyenangkan.

Setelah Selesai Memimpin Pertandingan

Wasit setelah selesai memimpin jalannya suatu pertandingan harus melakukan hal sebagai berikut:

  1. Bersyukur bahwa wasit sudah dapat memimpin dengan baik dan lancar.
  2. Catat dan evaluasi untuk perbaikan di masa yang akan datang.
  3. Belajar, latihan dan saling diskusi dengan sesama wasit atau petugas.
  4. Jangan mengulangi kesalahan yang sama.
  5. Belajar dari orang lain dan pengalaman yang ada.
  6. Kembangkan sikap dan berusaha untuk maju.
Source
uny.ac.id [PDF]academia.eduarchive.orgyourdictionary.commerdeka.comontariovolleyball.org [Gambar ilustrasi]
Show More
Back to top button